Home - Internasional - Trump Bisa Tinggalkan Ukraina? Donald Trump Jr Singgung Prioritas Baru AS dan Sindir Zelenskyy

Trump Bisa Tinggalkan Ukraina? Donald Trump Jr Singgung Prioritas Baru AS dan Sindir Zelenskyy

Putra sulung Donald Trump memicu kontroversi dengan menyatakan bahwa Presiden Trump mungkin akan meninggalkan proses perdamaian Ukraina, sambil menekankan bahwa Eropa harus punya strategi yang lebih matang dan bahwa publik Amerika lelah membiayai perang tanpa akhir.

Minggu, 7 Desember 2025 - 20:57 WIB
Trump Bisa Tinggalkan Ukraina? Donald Trump Jr Singgung Prioritas Baru AS dan Sindir Zelenskyy
Donald Trump bertemu Volodymyr Zelenskyy di Washington awal tahun ini. Foto: Sky News

HALLONEWS.COM-Putra tertua Presiden AS Donald Trump memicu perdebatan baru ketika menyatakan bahwa ayahnya mungkin akan menghentikan keterlibatan Amerika Serikat dalam proses perdamaian Ukraina. Menurutnya, isu tersebut bukan lagi prioritas utama bagi Washington dan Eropa harus mulai memikirkan strategi jangka panjang yang lebih realistis.

Berbicara dalam kapasitasnya sebagai pimpinan bisnis, Donald Trump Jr menjelaskan visinya mengenai investasi besar-besaran dalam teknologi pertahanan dan kecerdasan buatan (AI). Ia menekankan bahwa stabilitas geopolitik berkaitan langsung dengan kekuatan ekonomi Amerika.

Ketika ditanya apakah ia percaya Presiden Trump benar-benar akan mengabaikan Ukraina, ia menjawab blak-blakan.

“Saya rasa mungkin saja. Hal terbaik sekaligus unik dari ayah saya adalah kita tidak pernah tahu langkah apa yang akan ia ambil. Ia itu tidak terduga,” kata Donald Trump Jr seperti dilansir Sky News, Minggu (7/12/2025).

Trump sebelumnya mendorong inisiatif baru menuju gencatan senjata antara Ukraina dan Rusia, namun komentar sang putra mengindikasikan bahwa arah kebijakan dapat berubah sewaktu-waktu.

AS Dianggap Tak Lagi Punya Selera untuk Perang Berkepanjangan

Donald Trump Jr menegaskan bahwa banyak warga Amerika tidak lagi menginginkan perang tanpa akhir maupun pendanaan tambahan untuk operasi militer Ukraina. Ia bahkan membandingkan ancaman kartel narkoba, yang dibahas luas dalam kampanye Trump, sebagai bahaya yang menurutnya “jauh lebih besar dan nyata” bagi Amerika daripada konflik Ukraina-Rusia.

Meski ia tidak sepenuhnya yakin Kyiv akan “ditinggalkan”, ia menegaskan bahwa isu tersebut bukan prioritas publik AS.

Dalam wawancaranya, ia juga menyinggung isu korupsi, menggambarkan Ukraina sebagai “negara yang jauh lebih korup daripada Rusia” dan menggambarkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebagai “pemasar ulung” yang telah dipuja berlebihan oleh kelompok politik tertentu.

Menurutnya, pendekatan Trump terhadap konflik internasional tetap berbasis pada “akal sehat” dan kepentingan domestik Amerika.

Dukungan Penuh Elon Musk dan Keterlibatan Bisnis

Trump Jr juga mengonfirmasi bahwa Elon Musk kini kembali berada dalam lingkaran Trump “100 persen”, meski keduanya sempat terlihat berselisih. Pada awal tahun, perusahaan investasinya, 1789 Capital, menanamkan modal besar di berbagai perusahaan milik Musk, termasuk SpaceX.

Membandingkan ayahnya dengan Musk, ia berkata sambil bercanda: “Bayangkan berurusan dengan satu Donald Trump. Sekarang saya harus berurusan dengan dua.”

Ia menggambarkan keduanya sebagai sosok dengan gaya yang mirip, yang menurutnya kadang memunculkan tantangan tersendiri, namun pada akhirnya memiliki visi politik yang sejalan. Keduanya, kata Trump Jr, memiliki komitmen terhadap kebebasan berbicara, teknologi, dan penguatan Amerika.

Ia memuji Musk atas transformasinya terhadap platform X (Twitter), menyebutnya sebagai langkah besar dalam membuka akses informasi dan “demokratisasi kebenaran”.

Ketika ditanya apakah ayahnya mungkin mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, sesuatu yang secara hukum tidak diperbolehkan,Trump Jr menjawab sambil tertawa bahwa hal itu mungkin hanya cara ayahnya “mengolok-olok” lawan politiknya.

Ia menutup sesi wawancara dengan pernyataan yang mencerminkan gaya komunikatif keluarga Trump: “Dia orang yang paling sulit ditebak dalam sejarah politik. Itu sebabnya dia bisa menyelesaikan berbagai hal. Kita lihat saja nanti.” (ren)