Home - Nusantara - Banjir Rob Laut Jawa Kepung Bekasi, 14.000 Warga Muaragembong Terdampak

Banjir Rob Laut Jawa Kepung Bekasi, 14.000 Warga Muaragembong Terdampak

Gelombang pasang Laut Jawa menelan pesisir Kabupaten Bekasi. Sejak 1 Desember 2025, banjir rob setinggi satu meter mengepung lima desa di Kecamatan Muaragembong. Alhasil, 14.000 warga bertahan dalam kepungan air asin.

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:55 WIB
Banjir Rob Laut Jawa Kepung Bekasi, 14.000 Warga Muaragembong Terdampak
14.000 warga di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi terdampak banjir rob hingga satu meter sejak 1 Desember 2025 lalu. Foto/BPBD Kabupaten Bekasi

HALLONEWS.COM – Gelombang pasang Laut Jawa menelan pesisir Kabupaten Bekasi. Sejak 1 Desember 2025, banjir rob setinggi satu meter mengepung lima desa di Kecamatan Muaragembong. Alhasil, 14.000 warga bertahan dalam kepungan air asin.

Air pasang yang tak kunjung surut itu merendam rumah-rumah panggung, akses jalan, hingga fasilitas publik. Ketinggian genangan bervariasi, mulai 30 sentimeter hingga menembus satu meter di sejumlah titik.

Aktivitas warga tersendat, sementara ribuan hektare tambak ikan yang menjadi sumber nafkah utama pun ikut hilang ditelan air asin. Sehingga, aktivitas warga di wilayah yang berada di Utara Kabupaten Bekasi itu lumpuh sudah sepekan.

“Sebanyak 14.000 jiwa terdampak banjir berasal dari lima desa: Pantai Mekar, Pantai Bahagia, Pantai Sederhana, Pantai Bakti, dan Pantai Harapan Jaya,” kata Camat Muaragembong Sukarmawan, Minggu (7/12/2025).

Menurut dia, banjir rob kali ini tidak hanya merendam permukiman. Tambak-tambak yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi warga juga porak-poranda. Sebagian pemilik tambak bahkan kehilangan seluruh hasil panen yang siap diambil.

“Kami sudah meminta pertolongan ke pemerintah daerah, PMI, BPBD, hingga relawan. Tapi memang belum semua warga menerima bantuan,” ucapnya.

Di tengah kondisi yang kian mengkhawatirkan, ia menyuarakan harapan besar terhadap percepatan pembangunan tembok raksasa atau giant sea wall yang dinilai mampu menahan pasang air laut.

“Warga sangat berharap rencana pembangunan giant sea wall segera direalisasikan. Kami tidak ingin banjir rob terus berulang setiap tahun,” ungkapnya.

Harapan warga sedikit terobati dengan kedatangan Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, yang meninjau Muaragembong pada Jumat (5/12). Ia melihat langsung dampak kerusakan, mulai dari fasilitas kesehatan, sekolah, sarana jalan, hingga aliran Sungai Citarum yang ikut terdampak.

“Kami ingin memastikan semua bersih, berfungsi, dan tetap lestari,” kata Ade di lokasi banjir.

Meski begitu, ribuan keluarga di Muaragembong masih berjibaku melindungi rumah dan harta mereka di tengah air asin yang belum mau surut. Hingga kini, warga menanti uluran tangan dan kebijakan konkret untuk menyelamatkan pesisir Bekasi dari ancaman banjir rob.