Home - Megapolitan - Tanggul Sukaraja Jebol, 15 Rumah Terendam Banjir

Tanggul Sukaraja Jebol, 15 Rumah Terendam Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor merilis sebuah tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) di Kali Cibagolo, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, jebol.

Sabtu, 6 Desember 2025 - 8:33 WIB
Tanggul Sukaraja Jebol, 15 Rumah Terendam Banjir
Debit air yang terus tinggi, tanggul jebol. (Dok)

HALLONEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor merilis sebuah tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) di Kali Cibagolo, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, jebol.

Jebolnya tanggul ini, akibat tak mampu lagi menahan derasnya air yang terus meninggi saat hujan deras mengguyur wilayah Bogor selama hampir kurang empat jam lebih pada Jumat 5 Desember 2025 sore hingga malam.

Tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) di Kali Cibagolo yang jebol, akibatkan luapan air meluap hingga banjir.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani mengatakan, sejumlah rumah rusak akibat kejadian itu.

“Air masuk ke rumah warga. Penyebabnya karena hujan yang cukup lama sehingga adanya penyumbatan di aliran kali Cibagolo dan TPT di wilayah tersebut jebol yang berdampak banjir,” kata Adam kepada wartawan, Jumat malam.

Menurut data BPBD, tanda-tanda mulai jebol tanggul itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan dengan intensitas tinggi sedang turun.

Air yang terus meninggi, akhirnya tanggul jebol yang merendam tiga rumah. Terjangan banjir, akibatkan rumah warga rusak.

Rumah yang rusak terdata di Kampung Darussalam RT 02 dan 03/10. Data sementara ada 15 rumah yang terdampak di RT tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Saat jelang malam, air sudah mulai surut dan sebagian material banjir mulai dibersihkan oleh pemilik rumah.

“Situasi akhir untuk saat ini air sudah surut dan untuk material banjir sebagian rumah sudah di bersihkan oleh pemilik rumah. Dibutuhkan penanganan lebih lanjut dari dinas terkait, setiap hujan di wilayah tersebut mengalami banjir dan harus dibutuhkan normalisasi,” katanya. (yopy)