Home - Internasional - Belgia Tidak Setuju Gunakan Aset Rusia untuk Pinjaman Raparasi Ukraina

Belgia Tidak Setuju Gunakan Aset Rusia untuk Pinjaman Raparasi Ukraina

Komisi Uni Eropa mengusulkan asset Rusia yang dibekukan di Belgia digunakan untuk pinjaman reparasi bagi Ukraina. Namun, usulan tersebut ditolak dengan tegas oleh Belgia.

Kamis, 4 Desember 2025 - 8:21 WIB
Belgia Tidak Setuju  Gunakan Aset Rusia untuk Pinjaman Raparasi Ukraina
Bendera Uni Eropa berkibar di luar kantor pusat Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia. Foto: Sputnik

HALLONEWS.COM- Belgia dengan tegas tidak setuju dengan usulan Komisi Eropa untuk menggunakan aset Rusia, untuk memberikan pinjaman reparasi ke Ukraina.

Hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot pada hari Rabu (3/12/2025).

“Kami telah berulang kali mengatakan bahwa kami menganggap opsi pinjaman reparasi Ukraina sebagai yang terburuk, karena berisiko dan belum pernah dilakukan sebelumnya,” ujar Prevot kepada wartawan menjelang pertemuan Menteri Luar Negeri NATO seperti dilansir Sputnik.

Belgia yakin pihaknya diminta menunjukkan solidaritas terkait penggunaan aset Rusia, “tanpa ditawari solidaritas yang sama sebagai balasannya,” tambah menteri luar negeri tersebut.

“Semua orang dapat melihat betapa sulitnya selama berbulan-bulan untuk menemukan solusi yang kuat bagi opsi yang diusulkan. Hal ini menjelaskan mengapa kami terus memohon alternatif, yaitu Uni Eropa meminjam jumlah yang dibutuhkan di pasar,” ujar Prevot.

Komisi Eropa telah berupaya agar negara-negara Uni Eropa menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk membiayai Ukraina. Pada 8 November, media melaporkan bahwa jumlah yang terlibat mencapai sekitar 140 miliar euro (US$162 miliar) dalam bentuk “pinjaman reparasi”, yang harus dibayar Ukraina dengan syarat setelah berakhirnya konflik dan jika terjadi “kompensasi atas kerusakan material dari Moskow.”

Menyusul dimulainya operasi militer Rusia di Ukraina pada tahun 2022, Uni Eropa dan G7 membekukan hampir separuh cadangan devisa Rusia, dengan total sekitar 300 miliar euro. Sekitar 200 miliar euro disimpan di rekening-rekening Eropa, terutama di Euroclear Belgia. Pada 27 November, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa penyitaan aset-aset Rusia yang diimobilisasi akan dianggap sebagai pencurian properti dan merusak kepercayaan terhadap zona euro. (ren)