Home - Nusantara - Pemkab Bekasi Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pemkab Bekasi Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak cepat membantu warga terdampak banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:20 WIB
Pemkab Bekasi Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Suasana dapur umum di Posko BPBD Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. (Dok PLN)

HALLONEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak cepat membantu warga terdampak banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Imbauan resmi itu tertuang dalam Surat Himbauan Nomor 300.2.1/SE-124/BPBD/2025 yang ditandatangani langsung Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Langkah tersebut diambil setelah BNPB melaporkan bencana besar yang menyebabkan kerusakan masif dan banyak korban jiwa.

Bupati Bekasi Ade Kuswara menegaskan bahwa kondisi di lapangan membutuhkan respons cepat dan kolaborasi dari seluruh pihak. Karena itu, ia mengajak perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, dunia usaha, serta klaster logistik kebencanaan untuk turut berpartisipasi.

“Partisipasi dan kepedulian menjadi bentuk dukungan nyata kita bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah besar. Untuk itu semua warga Bekasi dan semua perangkat daerah untuk membantu saudara kita yang terkena musibah” kata Ade, Rabu (3/12/2025).

Ade menekankan bahwa jenis bantuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan mendesak berdasarkan data dari BNPB. Bantuan tersebut dapat disalurkan melalui BPBD Kabupaten Bekasi paling lambat 5 Desember 2025.

Untuk kemudahan koordinasi, BPBD Kabupaten Bekasi juga membuka layanan kontak melalui Ahmad Erlangga (0813-8101-5150) dan Abdul Rahman (0887-8813-722). Pemkab Bekasi berharap gerakan solidaritas ini dapat memperkuat upaya pemulihan bagi para korban bencana di tiga provinsi tersebut.

BNPB mencatat ribuan rumah rusak, fasilitas umum hancur, serta sejumlah wilayah terisolasi akibat akses transportasi dan jaringan internet yang terputus. Total 442 orang meninggal dunia, 402 lainnya masih dalam pencarian akibat banjir, tanah longsor, dan longsor susulan.