Home - Nasional - 70 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem, Terbanyak di Jakarta

70 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem, Terbanyak di Jakarta

Komunitas ini tumbuh sporadis tanpa tokoh sentral, melainkan dipicu oleh pertemuan minat terhadap kekerasan dan sensasionalisme media digital. Grup-grup dengan nama provokatif seperti 'Have sex with your gun' dan 'Anarko Libertarian Maoist' menjadi wadah interaksi mereka.

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:28 WIB
70 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem, Terbanyak di Jakarta
Juru Bicara Densus 88, Kombes Pol Myandra Eka Wardhana. Hallonews.Com

HALLONEWS.COM – Densus 88 Antiteror Polri mengungkap 70 anak terpapar paham radikalisme, white supremacy dan Neo-Nazi melalui sebuah grup chat internasional bernama True Crime Community.

Mereka tersebar di 19 provinsi dengan jumlah terbanyak berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

“Adapun sebaran wilayah yang teridentifikasi sebagai anggota grup True Crime Community, ada 70 anak di 19 provinsi,” kata Juru Bicara Densus 88, Kombes Myandra Eka Wardhana, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, jumlah anak yang terpapar paling banyak berada di DKI Jakarta yakni 15 orang. Kemudian Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang. “Setelah itu menyebar di beberapa daerah,” ujar Myandra.

Saat ini, 67 dari 70 anak tersebut telah diintervensi oleh Densus 88. Mereka diberikan pembinaan untuk keluar dari paham-paham tersebut.

“Terhadap 70 anak ini, kurang lebih 67 orang telah dilakukan asesmen, pemetaan, konseling, dan sebagainya dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di masing-masing wilayah,” ucap Myandra.

Lebih lanjut, Myandra mengatakan anak-anak tersebut berusia 11 hingga 18 tahun. “Adapun sebaran usia dari 70 anak ini berada pada rentang 11 sampai 18 tahun dan didominasi usia 15 tahun, yaitu masa transisi dari SMP ke SMA,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemetaan, sebagian anak tidak hanya terpapar secara pemikiran, tetapi sudah tahap persiapan aksi dengan mengumpulkan atribut militer hingga bahan berbahaya.

“Ada komponen elektro, bahkan bahan peledak yang teridentifikasi berbahaya. Sebagian anak-anak juga sudah melakukan pembelian replika senjata api, busur, dan pisau,” ungkapnya.

Menurut Myandra komunitas ini tumbuh sporadis tanpa tokoh sentral, melainkan dipicu oleh pertemuan minat terhadap kekerasan dan sensasionalisme media digital. Grup-grup dengan nama provokatif seperti ‘Have sex with your gun’ dan ‘Anarko Libertarian Maoist’ menjadi wadah interaksi mereka.

“Target kekerasannya adalah orang-orang yang dianggap sebagai pembuli di lingkungan sekolah. Mereka menjadikan grup ini sebagai rumah kedua karena merasa aspirasinya didengar,” tambah Mayndra. (min)

Berikut adalah sebaran lengkap anak-anak yang terpapar:

1. DKI Jakarta 15 anak
2. Jawa Barat 12 anak
3. Jawa Timur 11 anak
4. Lampung 1 anak
5. Jawa Tengah 9 anak
6. DIY 1 anak
7. Bali 2 anak
8. NTT 1 anak
9. Aceh 1 anak
10. Sumut 1 anak
11. Kepri 1 anak
12. Riau 1 anak
13. Sumsel 2 anak
14. Banten 2 anak
15. Kalbar 2 anak
16. Kalteng 2 anak
17. Kalsel 3 anak
18. Sulteng 1 anak
19. Sultra 2 anak