Home - Megapolitan - 5 Bangunan Bersejarah di Bekasi, Nomor 3 Monumen Tragedi Pembantaian Tentara Jepang

5 Bangunan Bersejarah di Bekasi, Nomor 3 Monumen Tragedi Pembantaian Tentara Jepang

Deretan gedung tinggi dan padatnya aktivitas kawasan metropolitan kerap menutupi wajah lama Bekasi. Namun di balik modernitas tersebut, Bekasi menyimpan warisan sejarah panjang yang sarat heroisme.

Sabtu, 10 Januari 2026 - 8:42 WIB
5 Bangunan Bersejarah di Bekasi, Nomor 3 Monumen Tragedi Pembantaian Tentara Jepang
Monumen Kali Bekasi di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Hallonews

HALLONEWS.COM – Deretan gedung tinggi dan padatnya aktivitas kawasan metropolitan kerap menutupi wajah lama Bekasi. Namun di balik modernitas tersebut, Bekasi menyimpan warisan sejarah panjang yang sarat heroisme.

Daerah yang berada di Timur DKI Jakarta ini pernah menjadi medan pertempuran penting pada masa revolusi kemerdekaan. Jejak perjuangan rakyat Bekasi masih berdiri kokoh hingga kini melalui bangunan dan monumen bersejarah menjadi saksi bisu keberanian warganya.

Berikut lima monumen dan bangunan bersejarah di Bekasi yang menyimpan kisah perjuangan rakyat Bekasi dalam kemerdekaan Republik Indonesia:

1. Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi

Bekasi 1
Monumen Perjuangan Rakyat Bekasi di Jalan Veteran, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Foto/Pemkot Bekasi for Hallonews

Monumen ini menjadi simbol kuat perlawanan rakyat Bekasi terhadap penjajah. Dibangun untuk mengenang berbagai peristiwa heroik, monumen ini merepresentasikan semangat patriotisme warga Bekasi yang rela berkorban demi kemerdekaan.

Keberadaannya menegaskan identitas Bekasi sebagai kota yang lahir dari perjuangan dan pengorbanan. Didirikan pada 5 Juli 1955, monumen ini berada di Jalan Veteran, tepat di depan Markas Kodim 0507 Bekasi.

Monumen berbentuk segi lima ini melambangkan Pancasila, dengan tinggi 5,08 meter dan dikelilingi pagar tembok setinggi satu meter. Monumen ini dibangun untuk mengenang Proklamasi Kemerdekaan RI pada Agustus 1945 dan Revolusi Rakyat Bekasi pada Februari 1950.

Monumen tersebut dilengkapi kolam pancuran air serta relief perjuangan rakyat Bekasi yang menggambarkan empat periode sejarah: masa Belanda, pendudukan Jepang, Revolusi Kemerdekaan, hingga era pembangunan.

2. Gedong Papak

Bekasi2
Gedong Papak di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Pemkot Bekasi for Hallonews

Berada di Jalan H Juanda, Bekasi Timur, Gedong Papak merupakan bangunan bersejarah paling ikonik di Kota Bekasi. Gedung ini dulunya milik pengusaha keturunan Tionghoa, Lee Guan Chin, yang dikenal memiliki loyalitas tinggi terhadap perjuangan rakyat Bekasi.

Pada masa revolusi fisik 1945–1949, Gedong Papak secara sukarela dijadikan markas perjuangan rakyat Bekasi, khususnya di garis pertahanan Bekasi–Jakarta. Pasca-kemerdekaan, bangunan ini sempat difungsikan sebagai rumah dinas bupati dan wali kota Bekasi.

Kini, Gedung Papak dinilai sangat potensial dikembangkan sebagai ruang publik, seperti galeri sejarah atau perpustakaan, tanpa mengubah keaslian bangunannya.

3. Monumen Kali Bekasi

Bekasi3
Monumen Kali Bekasi di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Pemkot Bekasi for Hallonews

Monumen ini mengenang Insiden Kali Bekasi, salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah perjuangan rakyat Bekasi. Kali Bekasi kala itu menjadi garis demarkasi antara tentara Sekutu di Jakarta dan laskar Republik di wilayah timur.

Peristiwa berdarah terjadi itu terjadi pada 19 Oktober 1945, ketika puluhan tentara Jepang yang menjadi tawanan dieksekusi oleh massa rakyat akibat kemarahan atas kekejaman selama pendudukan Jepang.

Peristiwa tersebut kemudian diabadikan melalui Monumen Kali Bekasi yang terletak di dekat jembatan penghubung Bekasi Selatan dan Bekasi Timur. Menariknya, monumen ini dibangun atas kerja sama Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Jepang sebagai simbol rekonsiliasi, perdamaian, dan kemanusiaan.

4. Monumen Tugu Agus Salim

Bekasi4
Monumen Tugu Agus Salim di Jalan KH Agus Salim, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Pemkot Bekasi for Hallonews

Berlokasi di Jalan KH Agus Salim, Bekasi Timur, monumen ini kerap dianggap sekadar tugu pembatas wilayah. Padahal, tugu setinggi sekitar dua meter ini menyimpan sejarah kelam Tragedi Bekasi Lautan Api.

Tugu ini dibangun untuk mengenang perlawanan rakyat Bekasi terhadap tentara Belanda dan Sekutu pada akhir 1945. Akibat penolakan rakyat Bekasi terhadap ultimatum Jenderal Christison, tentara Sekutu melancarkan serangan udara dan darat yang membumihanguskan Kota Bekasi pada 13 Desember 1945.

Hingga kini, masyarakat setempat menyebut monumen ini sebagai Tugu Pahlawan, simbol keberanian dan pengorbanan warga Bekasi dalam mempertahankan harga diri bangsa.

5. Gedung Juang 45 Tambun

Bekasi5
Gedung Juang 45 di Jalan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Foto/Hallonews

Gedung Juang 45 ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik di Bekasi. Tempat tersebut menyimpan banyak kisah bersejarah perjuangan rakyat Bekasi melawan penjajah. Lokasinya berada di Jalan Sultan Hasanudin, Tambun, Kabupaten Bekasi.

Gedung ini Dikenal dengan nama Gedung Tambun. Pembangunannya dulu dibentuk dalam dua tahap yaitu tahun 1906 dan 1925. Saat ini, Gedung Juang 45 Bekasi telah dialihfungsikan menjadi Museum Bekasi.

Tempat tersebut menampilkan berbagai koleksi sejarah Bekasi dari sebelum dan sesudah kemerdekaan. Bahkan, gedung ini menjadi saksi sejarah pejuang bersama rakyat Bekasi membantai tentara Jepang di Kali Bekasi.

Kelima monumen tersebut bukan sekadar ornamen kota, melainkan pengingat bahwa Bekasi dibangun atas semangat juang dan pengorbanan. Merawat dan mengenalkannya menjadi langkah penting agar sejarah Bekasi tetap hidup dan tak lekang oleh zaman. (dul)