29 Desa di Karawang Terendam Banjir, Ribuan Warga Mengungsi
Banjir melanda Karawang akibat luapan sungai. Polri bergerak total dengan evakuasi, dapur lapangan, dan patroli kesehatan door to door bagi warga terdampak.

HALLONEWS.COM – Banjir besar kembali melanda Kabupaten Karawang sejak akhir pekan lalu setelah Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meluap.
Dampaknya meluas ke puluhan desa dengan ribuan rumah warga terendam air, memaksa aparat dan relawan bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Data sementara menunjukkan banjir menggenangi sedikitnya 29 desa di 12 kecamatan. Lebih dari 3.000 rumah terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 90 sentimeter.
Di sejumlah titik terparah seperti Desa Karangligar, genangan air bahkan mencapai dua hingga tiga meter, membatasi mobilitas warga secara signifikan.
Merespons kondisi tersebut, Polda Jawa Barat mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu warga terdampak.
Salah satunya dengan mengoperasikan dapur lapangan bergerak di wilayah terdampak paling parah guna menyediakan makanan siap saji bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi maupun di tempat pengungsian.
Personel kepolisian, termasuk Polisi Wanita, terlibat langsung dalam proses memasak dan distribusi bantuan pangan. Ratusan porsi makanan telah disalurkan kepada warga sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi darurat.
Selain pemenuhan logistik, aparat gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, dan relawan juga dikerahkan untuk membantu evakuasi, pengamanan lingkungan, serta pelayanan kemanusiaan lainnya.
Ratusan personel disiagakan untuk memastikan proses penanganan banjir berjalan terpadu dan responsif.
Polri juga memperluas pelayanan dengan melakukan patroli kesehatan dari rumah ke rumah. Langkah ini ditempuh karena banyak warga kesulitan mengakses fasilitas kesehatan akibat genangan air.
Karo Penmas Divhumas Polri Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di situasi darurat.
“Hingga hari ini, kami laporkan 200 warga telah terlayani oleh patroli kesehatan Polri dan kegiatan ini akan terus dilakukan kepada seluruh warga jika memungkinkan sampai banjir benar-benar surut dan kondisi masyarakat kembali pulih,” ujar Trunoyudo, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi secara optimal. Masyarakat juga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (min)
