Home - Nusantara - 270 Jembatan Bailey Dikebut hingga Pelosok Desa di Aceh, Sumbar hingga Sumut

270 Jembatan Bailey Dikebut hingga Pelosok Desa di Aceh, Sumbar hingga Sumut

Pemerintah mempercepat pemasangan 270 jembatan bailey di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk memulihkan akses jalan nasional hingga desa pascabencana.

Senin, 12 Januari 2026 - 8:20 WIB
270 Jembatan Bailey Dikebut hingga Pelosok Desa di Aceh, Sumbar hingga Sumut
Salah satu proyek pembuatan jembatan bailey di Aceh yang sedang berlangsung. Tangkapan layar hallonews.com

HALLONEWS.COM – Pemerintah mempercepat pembangunan 270 unit jembatan darurat bailey di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan konektivitas wilayah yang terputus akibat banjir dan bencana alam lainnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pemasangan jembatan bailey tidak hanya difokuskan pada jalan nasional, tetapi juga menjangkau jalan kabupaten, kecamatan, hingga desa.

“Total ada 270 jembatan bailey yang dipasang secara bertahap di tiga provinsi. Jembatan ini dirancang untuk menghubungkan kembali akses utama maupun jalur masyarakat di daerah,” ujar Abdul Muhari, Sabtu (10/1/2026).

Abdul Muhari menegaskan, hampir seluruh jembatan yang rusak atau terputus akibat bencana akan digantikan sementara dengan jembatan bailey.

Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dan mobilitas antardaerah tidak terganggu terlalu lama.

“Hampir semua titik jembatan yang terputus akan kita sambungkan kembali menggunakan jembatan bailey,” jelasnya.

Beberapa jembatan bailey dilaporkan telah rampung dan mulai digunakan masyarakat. Salah satunya berada di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Jembatan tersebut memiliki panjang 30 meter, lebar 4,2 meter, dan mampu menahan beban hingga 18 ton. Setelah melalui uji coba, jembatan resmi dibuka dan kini menjadi jalur vital penghubung antarkawasan.

“Jembatan ini sudah dibuka untuk umum dan mendukung pemulihan akses transportasi utama,” kata Abdul Muhari.

Di wilayah Aceh lainnya, pemasangan jembatan bailey juga terus berlangsung. Jembatan penghubung Kecamatan Bandar Khelipah dan Permata di Bener Meriah telah mencapai progres sekitar 75 persen.

Sementara di Timbang Gajah, Bener Meriah, pemasangan masih berjalan. Untuk wilayah Dusun Uning, Desa Pining, Kabupaten Gayo Lues, pemerintah saat ini fokus pada pembersihan akses jalan sebelum pemasangan jembatan dilakukan.

Pembangunan ratusan jembatan bailey ini merupakan bagian dari langkah percepatan infrastruktur pada awal 2026.

Selain memulihkan akses transportasi, pemerintah berharap konektivitas yang kembali terbangun dapat menggerakkan roda perekonomian dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. (min)